Selasa, 18 Maret 2014

Martabak Bolu Mini



Hari ini coba bikin martabak manis mini. Resepnya lihat di mbak Rina Rinso. Resep asli dari mbak Irene. Resep ini dah jadi resep andalan para blogger jadi aku penasaran dong, pingin buat juga. Hasilnya tentu saja lembut, manisnya pas dan gurih. Pinggirannya krispy gitu, kalau dimakan panas panas terdengan bunyi kriuk kriuknya. Anak anak pulang sekolah, baru habis makan nasi langsung sambung lagi masing masing martabak manisnya 2 buah. Artinya mereka suka beneeer. Memang nggak kalah sama yang dijual sama abang di pinggir jalan. Bedanya cuma di ukuran saja. Makasih buat mbak Rina yang sudah sharing resep dan ngiming ngimingin kita...hehe. resep bisa di intip di Dapurnya Rina.

Di bawah ini tampak seratnya ketika dipotong dengan pisau...



Yang satu lagi seratnya ketika martabaknya dipotong dengan tangan...


Sabtu, 15 Maret 2014

Mangkok Dadar Vla Nangka


 

 


Pernah beli kue ini di pasar tapi ngga tau namanya. Langsung suka dan penasaran sama resepnya. Dari rasanya sepertinya adonan kulit mirip dengan kue dadar gulung dan adonan vlanya memakai santan. Walaupun rasanya sederhana tapi aku suka sekali karena pas sekali perpaduan pandan, vla santan dan nangkanya. Aku cari cari resepnya di google kok nggak ada ya cuman satu aja ketemu resepnya mbak Dyah Anggraini di "Arby's Rumah Kue". Beliau menyebutnya kue lumpur. Memang sih bentuknya kayak kue lumpur tapi proses pembuatan dan bahannya agak beda. Kalau dibilang kue dadar bukan juga karena sama sekali nggak didadar. Apa dong nama yang cocok. Apa memang kue ini belum populer ya...sayang kalau begitu karena rasanya enak.

Akhirnya aku bikin hari ini dengan memodifikasi resep mbak Dyah karena ingin sekalian menghabiskan terigu yang sisa 200 gram. Kebetulan juga kemarin dapat nangka yang maniiiiiis banget dari temanku. Setelah jadi aku coba membandingkan rasanya dengan yang pernah aku beli dulu. Udah mirip vlanya tapi kulitnya agak beda dikit. Susah menjelaskan di mana bedanya tapi yang jelas sudah lumayan puas bisa membuat kue ini. Lumayan bisa buat takjil atau arisan ^^

Senin, 10 Maret 2014

Mini Lapis Legit


 


Besok giliran arisan di rumahku. Hari ini nyicil bikin kue. Salah satunya lapis legit mini ini. Kenapa bikinnya yang mini? ya biar makannya gak blenek secara banyak kue yang lain. Selain itu kalau bikinnya yang mini kan nggak lama jadi nggak terlalu rempong. Resepnya lihat punya mbak Vin. Cuma aku tambahkan prune biar lebih mantap. Rasanya? Enak tenaaan...kolesterolnya banyak niaaaan...xixixi. Ngga apa apa ya...wong ya bikinnya cuma sekali sekali saja ^^

Sabtu, 08 Maret 2014

Lopis





Minggu yang lalu aku senang sekali. Dapat kiriman lopis buatan mamaku. Memang sudah lama kangen...pingin makan lopis. Kebetulan bapak sudah selesai masa cutinya di Makassar. Mau balik ke tempat kerja transit dulu di rumahku sekalian bawakan titipan mama. Nggak tanggung tanggung...8 buah lopis utuh. Masih dalam keadaan beku. Jadi nanti ketika akan disajikan di simpan dulu di suhu ruang lalu dipanaskan kembali. Caranya didihkan air dalam dandang, masukkan lopisnya dan masak sampai sekitar 1-20 menitan. Air harus dalam keadaan mendidih. Volume air rebusan sebaiknya setinggi lopis pada saat posisinya dibaringkan dalam dandang jadi bukan dalam posisi berdiri.

Nikmatnyaaaa...aku tinggal menambahkan cenil saja dan lopis campur pun siap disajikan. Larutan gulanya aku buat dengan tambahan duren. Nikmaaaaat. Lopis mamaku tidak ada duanya. Legit, lembut, matang sempurna. Hehe ya iyalah...semua anak anak pasti mengidolakan masakan mamanya ya kan. Tapi memang buatan mamaku is the best. Kesukaanku memasak dan membuat kue adalah warisan beliau ^^






Di bawah ini aku sertakan step by step pembuatan lopis yang sempat diabadikan bapakku. Gambarnya agak kabur karena menggunakan kamera HP. Supaya bentuknya seragam mama menggunakan cetakan dari kayu seperti di gambar. Daunnya dibentuk dan diikat di satu sisi dengan tali rafia kemudian setelah membentuk tabung kayunya dilepas. Daunnya dibentuk semua sampai habis lalu beras ketan yang sudah dicuci diisikan ke dalamnya. Berasnya diisi hampir penuh dengan menyisakan space sekitar 3 jari di ujungnya yang memberi ruang untuk ketan mengembang. Setelah diisi beras ketan lopisnya ditutup dan diikat kembali dengan tali rafia.

Lopis ini dimasak selama 5 jam dengar air yang banyak setinggi lopisnya supaya tahan lama. Lopis mamaku tahan sampai seminggu di suhu ruang. Dimasukkan ke dalam dandang dalam keadaan air rebusan dah mendidih. Kalau dalam keadaan beku bisa tahan berbulan bulan. Tipsnya agar tak mudah basi, selain dimasak selama 5 jam, setelah matang segera angkat dari dandang dan cuci sekejap di bawah air keran supaya licin licin dari air kukusannya hilang. Segera lap dan posisikan dalam keadaan berdiri sambil diangin anginkan.






Kamis, 06 Maret 2014

Majalah Rasa Indonesia Terbit Lagiiiii...




Sudah lumayan lama Majalah Rasa Indonesia rehat sejenak. Alhamdulillah kali muncul lagi dengan edisi yang tak kalah serunya. "Theme Food Photography". Semoga pembaca tetap antusias seperti pada saat awal awal RI mulai terbit. Kami sebagai kontributor berharap majalah ini bisa menjadi sarana tuk belajar bersama dalam hal food photography. Kritik dan saran sangat kami hargai.

Untuk edisi ini resepnya mengangkat tema makanan Betawi. Ada 5 resep yang aku buat. Pingin tau? Yuk segera download...gratis lho. Silahkan buka aja di sini ya...
Related Posts with Thumbnails