Minggu, 31 Mei 2015

Eggless Chocolate Mini Bundt Cake



Kue ini sudah lama sekali aku ngga bikin. Resepnya dapat dari blogger Malaysia. Asli lembut sekali walau tanpa telur. Kali ini aku cetak di cetakan mini bundt cake pemberian sahabat mayaku Mba Devi Rana dari Jakarta. Cetakannya baru tiba kemarin, hari ini udah kuperawanin. Alhamdulillah semenjak memiliki blog aku beberapa kali dapat rezeki. Selain sering ikut challenge challenge dan memenangkan hadiah, kadang juga ada teman teman baik hati yang mau ngasih perlengkapan atau bahan baking. Seperti yang satu ini. Aku dapat satu lusin cetakan tulban mini sama 1 cetakan roti jala. Alhamdulillah, makasiiih banyak ya mba Devi. Semoga rezekinya tambah lancaaarr. Jadi tambah semangat bakingnya.

Balik ke resep ini. Kali ini yang aku modifikasi cuman penambahan kopi instannya. Jadi gulanya aku kurangi 20 gram lalu aku tambahkan kopi instan 3 in 1  sebanyak 2 sendok makan. Karena biasanya ciri khas kue berbaking soda akan tercium sedikit aroma baking sodanya. Dengan penambahan kopi ini selain menguatkan rasa cokelatnya juga menyumbang dikit aroma kopi.




Minggu, 24 Mei 2015

Smoothie Terong Belanda + Mint




Lagi banyak terong belanda di pasar. Boroooong...boroooong!! hihihi kalap niy. Terong Belanda soalnya musiman, jarang jarang ada di pasar. Nah seperti biasa terong belandanya mau aku buat smoothie. Ngga ada resep bakunya. Terong belanda sekitar 15 buah disendok dari kulitnya. Lalu diblender bersama 250 ml susu cair, 250 air, gula secukupnya, 1/2 air jeruk nipis, dan 10 helai daun mint. Syegeeeer bangeeet! Penambahan susu di sini untuk mengurangi rasa sepet buah terong belanda. Kulitnya juga jangan lupa dibuang ya. Walau mungkin lebih sehat kalau dipakai juga. Penambahan mint membuat smoothienya lebih unik. Yuuuk dicobaaaa...





Banana Bread (no baking powder)



Kemarin sewaktu beli pisang raja di pasar satu sisir dapat bonus lagi satu sisir dari penjualnya. Mungkin karena pisang yang aku cari pisang super matang yang sudah mau menghitam. Kan biasanya yang sudah matang sekali begitu ngga terlalu laku lagi. Jadi daripada pisangnya ngga habis busuk dikasih ke aku sesisir. Alhamdulillah. Senang sih, tapi bingung mau dibuat apa lagi. Jaman dulu waktu mamaku masih punya peliharaan burung nuri...pisang ngga pernah terbuang karena burung nuri senang makan pisang. Kalau pisang raja memang seringnya aku bikin kue. Kadang kadang juga sih dimakan begitu saja kalau ngga ada pisang lain. Tapi biasanya aku sukanya pisang ambon atau pisang mas.

Cari cari resep yang simple aku dapat lagi di blognya mba Endang Just Try and Taste. Resep aslinya dari Carol Easy Life. Banana bread tanpa baking powder. Step by stepnya juga lengkap di sana tapi bahasa Mandarin >,<. Untungnya mba Endang sudah mentranslatekan untuk kita. Resep ini menarik karena cakenya terlihat lembut walau tanpa bahan pelembut dan pengembang. Biasanya cake-cake dengan tambahan buah  atau tape selalu menggunakan bahan pengembang karena adonannya agak berat. Tapi yang satu ini menggunakan teknik yang lain lagi...walau begitu hasilnya terlihat cantik. Syaratnya sederhana, agar mengembang sempurna telurnya direndam dulu dalam air hangat sekitar 3-5 menit. Setelah itu kocok telur dan gula sampai kental berjejak ya. Baru masukkan pisang aduk perlahan baru masuk tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Aduk pun harus pake perasaan ya. Perlahan saja supaya udara yang sudah terbentuk di dalam adonan tidak keluar lagi semua dengan pengadukan yang intense. Nah yang unik adalah teknik pencampuran butternya. Kadang butter leleh kan suka mengendap di bawah kalau ngaduknya ngga rata menghasilkan kue yang bantat ataupun kalau mengembang bagian bawahna lebih padat. Cara Carol adalah dengan mencampur butter dengan sedikit adonan lalu diaduk rata. Setelah itu baru dicampurkan ke sisa adonan yang lain. Dengan cara ini pencampuran butter jadi lebih mudah rata. Hasilnya kuenya lumayan lembut. Ngga seringan sponge tapi ngga juga seberat butter cake atau banana bread pada umumnya.

Oh ya ada satu cara yang menurutku mba Endang skip di cara pembuatan aslinya. Aku perhatikan Carol mengalasi loyang cake dengan loyang lagi di bawahnya sehingga menghasilkan kue yang tidak cokelat di dasar dan pinggirannya. Tapi karena aku terlambat memperhatikan...pas sudah matang aku bingung, kok punya Carol bisa cantik mulus putih pinggirannya cuma atasnya yang kecokelatan. Setelah aku perhatikan baik baik baru deh ngeh. Ngga ngerti apakah itu pake metode water bath atau cuman dobel loyang saja.

Satu lagi kesalahan yang aku lakukan adalah terlambat menoreh cake supaya permukaannya muncul rekahan cantik. Kue sudah terlanjur mengembang mumbul/ngedome dikit baru aku toreh. Aku perhatikan punya Carol beliau menoreh permukaannya sewaktu kuenya mengembang api masih datar. Mungkin sewaktu pemanggangan berjalan sekitar 17-20 menitan. Ini juga buat bahan belajar aku lain kali harus sukses bikinnya. Untuk rasa sudah enak menurutku tapi kalau lain kali bikin aku akan tambah lagi gulanya sekitar 10 gram. 

Kamis, 21 Mei 2015

Tiramisu


Sudah lamaaaaaa banget ngga bikin tiramisu. Berapa kali lebaran juga sudah ngga bikin tiramisu. Lebih pilih bikin cheese pie dan kue besar yang lainnya. Tiba tiba ngidam...apalagi di kulkas masih ada creamcheese dan krim kental Anchor. Aslinya tiramisu kan pake mascarpone. Kalau menggunakan mascarpone maka perbandingan dengan krimnya 1 : 1 ya. Tapi berhubung ngga ada...di toko memang dah lama ngga pernah ada, jadi aku pake cream cheese saja. Cuma perbandingan dengan krim kentalnya aja yang disesuaikan. Kalau mascarpone kan cenderung tawar dan light rasanya sedangkan creamcheese lebih asin. Jadi aku gunakan krimnya lebih banyak daripada creamcheese supaya bisa dapat rasanya. Pokoknya sesuaikan selera aja. Tapi kalau teman teman suka terasa cheesenya silahkan dibanyakin takaran cream cheesenya ya. Tapi nanti jadi cheesecake lho hehe. Tapi aku ngga recommend pake whippy bubuk lho ya karena akan beda rasanya. Kalau tetep mau pake silahkan mungkin perbandingan creamcheese dan whip creamnya jadi 1 : 1. Aslinya juga tiramisu pake alkohol/rum...tapi yang satu ini versi non alkoholnya ya. Halalan thoyyiban....hehe

Oh iya untuk membuat tiramisu versi ini ngga perlu pake loyang bongkar pasang ya. Aku gunakan loyang biasa. Dan dialasi cling wrap. Setelah semua set cake akan dibalik, bagian atas akan menjadi paling bawah dan tadaaaaaaa....!! teteup cantik dan rapi kan ?? Jadi ngga ada alasan ngga bisa bikin tiramisu karena ngga punya loyang bongpas ataupun mika. Cara ini dapat belajar dari blognya Phong's Kitchen Journal.

Sudah lama juga aku pingin bikin lady's finger karena di sini ngga ada yang jual. Nah karena ada moment bikin tiramisu ini akhirnya aku jadi juga bikin sendiri lady's fingernya. Ini adalah sponge cake yang berbentuk potongan panjang panjang kecil seperti lidah kucing cuman lebih berisi. Malah menurutku mirip eclair ketika dipanggang ^^. Tapi teksturnya beda. Yang ini sama sekali nggak kopong dalemnya. Seperti sponge cake pada umumnya tapi lebih airy/ringan dan agak garing luarnya ketika masih panas. Di bawah ini penampakannya dari atas dan waktu di dalam oven.




Alhamdulillah bisa lumayan cantik lady's fingernya walaupun bentuknya gak seragam seperti buatan pabrik lho ya. Yang lucu Hanif lebih senang ngemilin lady's fingernya plain tanpa apa apa. Enak dan garing katanya. Padahal kalau rasa menurutku biasa saja ya. Namanya juga sponge cake tanpa mentega jadi rasanya ngga terlalu rich. Memang ngga perlu rich sih  karena nanti dia akan dikelilingi krim yang udah rich.





Rabu, 20 Mei 2015

Bakpia Basah Isi Keju (eggless)



Tiga hari yang lalu aku merebus kacang hijau. Niatnya memang mau dibikin isian bakpia. Entah bakpia krispi atau bakpia basah juga belum jelas. Tapi aku sudah ambil 200 gram buat dibikin puding kacang hijau. Sisanya masih banyak lagi. Mungkin sekitar 300-400 gram. Aku masak bersama gula pasir, sedikit garam, pandan dan minyak sampai kalis. Setelah dingin dibentuk bola bola.

Nah berhubung rumah lagi kinclong ya...habis beberes beres sayang dong kalo berantakan lagi karena remah remah bakpia. Semut semut juga bakalan pada berdatangan. Jadinya aku putuskan untuk bikin bakpia basah aja. Kayaknya ini roti versi sehat deh. Karena ngga pake telur dan dan isinya pake kacang hijau yang kita tau pasti banyak kandungan gizinya. Tapi selain kacang hijau aku coba juga beri isian keju dan cokelat. Bukan hanya keju parut saja seperti yang aku bikin kalau bikin isian roti keju. Kali ini aku bikian isian keju versi streusel. Maksudnya bikinnya dari campuran terigu, margarin, susu bubuk, gula halus dan keju parut yang diaduk jadi satu menjadi. Jadi keju parutnya gak perlu banyak. Tapi rasanya tetap gurih dan ngeju lho. Mungkin untuk versi ekonomis resep isian keju ini cocok deh. Cokelatnya pun demikin bukan hanya dari mises atau dark cokelat tapi bener bener ada campuran cokelat bubuknya. Enak rasanya. Malah nggak sempat kefoto cokelatnya karena dah habis duluan >,<

Resep kulit bakpianya masih pake resep yang dulu dari mba Nien Ing. Isian keju dan cokelatnya aku lihat di Mba Isna yang beliau lihat juga dari mba Diah Didi. Supaya banyak aku bikin resep rotinya 2 adonan. Menggunakan 500 gram terigu protein sedang. Separuh isi kacang ijo, 1/4 nya isi cokelat dan 1/4 lagi isi keju.

Selasa, 19 Mei 2015

Double Chocolate Muffin




Pencarianku pada resep muffin sudah berakhir pada saat ketemu resep favorit custard chocolate muffin. Semua yang didambakan pada sebuah muffin dimiliki oleh custard chocolate muffin ini. Lembut, moist, nyoklat...perfect dah pokoknya. Tapi  bukan berarti kalo lagi surfing di dunia maya ngga mata keranjang lagi lho ya...

Nah seperti pada saat ketemu resep yang satu ini di "Call Me Cupcake". Kalau dilihat penampakannya, dibaca reviewnya...kayaknya layak dicoba. Nah hari ini aku cobalah resepnya. Ketika masih panas...asli enak dan lembut. Tapi kalau dibandingkan dengan custard chocolate muffin yang sering aku buat masih juara yang custard lho. Rasanya yang ini sih enak...sangat muffin dan nyoklat. Tapi dari segi teksturnya lebih banyak remahnya dan kalau sudah dingin tidak selembut yang custard. Tapi menurutku ini layak dicoba karena selera orang beda beda ya. Bisa saja resep ini juga menjadi favorit teman teman sekalian.




Senin, 18 Mei 2015

Matcha Pound Cake


Hari ini aku bikin cake yang beraroma matcha. Waktu ke toko bahan kue nemu matcha yang agak berbeda dari matcha yang pernah aku beli sebelumnya. Sebelumnya aku sudah dua kali membeli matcha dengan aroma yang berbeda. Ngga tau beda merk beda perusahaan atau beda bahan baku...yang jelas aroma dan rasa keduanya beda. Yang pertama warnanya hijau pucat dengan aroma teh hijau yang agak pahit. Yang kedua lebih intense warna hijaunya dengan aroma matcha yang lebih wangi malah cenderung kayak parfum menurutku. Nah yang terkahir ini menarik...karena baik warna dan aromanya seperti matcha yang memang selayaknya review teman teman blogger. Wangi greentea yang alami dan warnanya pun cantik. Tidak terlalu hijau dan tidak terlalu pucat. Resep aku lihat di blognya "If in Doubt Bake a Cake" kayaknya punya orang Rusia tapi ada translate resepnya dalam bahasa inggris. Penampakannya cantik makanya aku tertarik tuk bikin.

Hasilnya alhamdulillah memuaskan. Walaupun punyaku tidak secantik resep aslinya. Itu akibat tidak sabar...pingin cepat cepat dipotong dan diicip kuenya walaupun masihpanas...jadinya agak beremah ketika dipotong >,<

Sabtu, 16 Mei 2015

Pizza Ring


Kalau meatlover pizza sih sebenarnya sudah sering bikin...tapi yang unik  kali ini bentuknya yang cantik seperti ring dengan bentuk intang di tengah. Dulu pernah lihat postingan FBnya mba Mardhiyah Radhi langsung jatuh hati dan niat suatu saat mau bikin juga. Eh ternyata lama juga baru bisa terlaksana. Alhamdulillah lumayan cantik bentuknya walaupun belum bisa seperti aslinya. Yang berminat bikin resepnya bisa lihat di sini ya. Untuk cara membuat bisa lihat di FBnya mba Mardhiyah ya. Tengkiu um tuk inspirasinya...



Jumat, 15 Mei 2015

Puding Kacang Hijau Pandan Lapis Gula Merah



Kemarin aku masak kacang hijau buat bikin isian bakpia. Tapi lalu muncul ide untuk bikin puding kacang hijau. Lagi pula kacang hijaunya lumayan banyak. Aku cuman gunakan 200 gr untuk campuran puding ini dan masih banyak sisanya.

Supaya warnanya gak terlalu plain aku bikin dua layer. Yang satu aku tambahkan pandan suji sedang satu lagi aku tambahkan gula merah. Jadinya lumayan berwarna kan?? rasanya enak dengan variasi yang berbeda. Satu rasa pandan tapi kacang hijaunya tetap terasa. teksturnya pun masih ada terasa sari kacang hijaunya. Yang satu lagi rasa kacang hijau dominan gula merahnya. Enaaak. Awalnya mau kuberi tambahan vla. Tapi begitu aku icip...begini saja dah enak. Takutnya kalau diberi vla rasa alami kacang hijaunya akan hilang.

Sabtu, 09 Mei 2015

Es Jeli Rumput Laut





Aku senang sekali. Beberapa waktu yang lalu dapat kiriman dari sahabat mayaku namanya mba Fadlun Fayola. Kami berkenalan lewat facebook. Walaupun baru berteman sebentar beliau mau mengirimkan aku makanan khas dari daerahnya. Setelah sampai segera aku buka. Isinya rumput laut kering dan terasi dari Bontang Kalimantan Timur. Waaaaa... excited bangeeet. Secara aku belum pernah mengolah rumput laut segar maupun kering. Memakannya pun belum pernah dalam bentuk aslinya. Kalau dalam bentuk agar agar bubuk ya pastinya dah sering. Terasinya pun ternyata enaaak dengan citarasa dan aroma yang khas. Makasih banyak ya mba Fadlun, dikau baik sekaliiiii *muaccchhh*

Nah sebelum aku olah aku sudah dibekali beberapa tip dari mba Fadlun. Tentang cara mengolah rumput laut kering menjadi segar kembali. Yaitu dengan merendamnya dengan air beras selama 3 hari. Tiap hari air harus diganti dengan air yang baru. Kenapa air cucian beras?? mungkin ya ini untuk menghilangkan bau khas rumput laut yang kurang enak.

Yang lucu...setelah 3 hari rumput lautnya mengembang berkali kali lipat dari ukuran aslinya. Jadi banyak banget padahal aku cuma menggunakan sedikit saja. Teksturnya pun menjadi kenyal. Nah karena ngga berani dimakan begitu aja aku cari cari di internet cara mengolahnya menjadi manisan terlebih dulu. Akhirnya aku masaklah air gula. Aku beri juga sedikit citrun ya. Aku tunggu sampai air gula dingin baru  aku masukkan rumput lautnya. Awalnya aku coba dikit dimasukkan ke dalam sirup gula panas. Hasilnya??? Meleleh dengan indahnya teman teman >,<

Makanya aku tunggu dulu sampai hampir dingin betul baru dimasukkan rumput lautnya. Setelah 2 hari terendam aromanya jadi wangi khas gula pasir. Ya mirip agar agar bubuk begitu. Siap dipakaiiiii!!


Nah manisan rumput laut ini aku mau campurkan ke dalam es buah kesukaanku. Resep aslinya dapat dari temanku Risma Said. Karena suka sekali dengan rasanya aku minta resepnya. Jadi ini persis resep aslinya ya cuman aku tambahkan rumput lautnya saja. Untuk resep jeli lecinya digunakan paduan agar agar dan jeli untuk mendapatkan tekstur yang kenyal tapi firm ya. Supaya nanti bisa diserut menggunakan parut yang agak besar lobangnya. Susunya untuk membuat es buah atau campuran kuahnya sebaiknya gunakan susu kental yang ringan rasa susunya seperti Carnation. Untuk jeli aku beri pewarna sedikit supaya warnanya gak monoton putih semua ya.

Kamis, 07 Mei 2015

Raisin Roll


Rotiiii rotiiii.....bikin roti lagi niy. Masih tetap dengan resep andalan yang menggunakan metode water roux. Isi dan toppingnya aja yang dimodifikasi. Kalau biasanya aku bikin cinnamon roll kali ini tetap roll tapi minus cinnamonnya. Kismis saja dan campuran creamcheese. Cream cheesenya memang sisa bikin cinnamon roll kemarin. Tapi kan itu buat topping ya. kalau dipanggang takutnya meleleh jadi harus dibikin lebih padat. Supaya teksturnya tidak basah dan lembek aku tambahkan telur dan terigu serta susu kental manis. Lalu aku mixer. Jadi mirip adonan topping roti boy tapi yang ini sama sekali tidak renyah tapi lembuuut.

Separuh adonan aku bikin rollbread juga tapi aku tambahkan selali strawberry tuk rasa dan aksen merahnya. Cantik dan enak deh. Tapi terutama lembuuuttt...!!





Senin, 04 Mei 2015

Samosa



Samosa adalah salah satu snack gurih yang populer di Asia Tengah dan Asia Selatan. Ia berupa pastry goreng yang berbentuk sehitiga. Umumnya menggunakan kentang, wortel dan sayuran lain untuk isiannya namun biasa ditambahkan daging sapi atau ayam bagi yang bukan vegetarian. Ini sebenarnya mirip mirip pastel dari Indonesia...yang beda adalah pengunaan bumbu kari dalam adonan fillingnya. Nah kali ini aku menggabungkan beberapa resep dari internet. Dari blog Just Try & Taste untuk fillingnya, food NDTV untuk kulit pastrynya, dan WikiHow untuk cara membentuk kulitnya. Pinggirnya aku bentuk seperti pastel biar lebih cantik. Kan samosa versi Indonesia...hehe.

Untuk isiannya karena aku tidak mempunyai bubuk kari aku menggunakan rempah kari atau garam masala yang aku buat sendiri. Kebetulan beberapa waktu yang lalu aku sudah stok bumbu bubuk sewaktu membuat spekkuk. Jadi masih ada cengkeh, pala, kayu manis dan cardamon/kapulaga bubuknya. Yang aku tambahkan adalah  jintan dan ketumbar serta bubuk cabe. Penggunakaannya tidak perlu terlalu banyak supaya tidak blenger sama aromanya yang kuat. Untuk masing masing cengkeh, pala, kayu manis dan cardamon aku gunakan seperempat sendok teh. Cuman ketumbar yang satu sendok teh dan jintan setengah sendok teh.Tapi buat teman teman yang ingin mencoba silahkan sesuaikan dengan selera ya. Karena aku ada stok ayam suwir aku gunakan sekitar 150 gram untuk campuran isiannya. Modifikasiku di tambahan jagung, kacang polong dan ayam.


Bahan kulit :
- 2 cup tepung protein sedang
- 1 sdt garam
- 1 sdm minyak + 1 sdm margarin, panaskan
- air dingin secukupnya untuk mengulen

Bahan Isi :
- 2 butir kentang, rebus dan haluskan (jangan terlalu halus)
- 2 wortel, potong kotak kecil, rebus sebentar lalu tiriskan
- 50 gr kacang polong
- 150 gr ayam suwir
- 2 batang daun bawang, rajang halus 
- minyak untuk menggoreng



Bumbu halus :
- 1 butir bawang bombay, rajang halus
- 6 siung bawang putih, cincang halus
- 1 1/2 sdt bubuk kari
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt bubuk cabe
- 1 sdt gula pasir
- garam secukupnya
- minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Bahan isi : tumis bawang bombay sampai wangi dan berwarna agak transparan. Masukkan bawang putih tumis lagi hingga wangi. MAsukkan bumbu kari, aduk rata. Tambahkan wortel, bumbu lain, sedikit air dan daun bawang, masak hingga empuk. Tambahkan kentang tumbuk masak hingga kering. Dinginkan.
  2. Kulit : Campur tepung terigu dan garam. Aduk rata. Masukkan campuran minyak margarin. Aduk aduk menggunakan garpu. Bila sudah tidak panas lanjutkan mengaduk dengan ujung jari sambil dogosok gosok sampai menjadi butir butiran halus.
  3. Tambahkan air es sesendok sesendok sambil diulen sampai adonan menyatu dan menggumpal. Jangan terlalu banyak menambahkan air. Adonan teksturnya sedikit keras ya. Supaya hasil kulitnya renyah ketika digoreng.
  4. Tutup dan istirahatkan 15 menit.
  5. Ambil sedikit adonan lalu giling tipis sekali. Cetak dengan cutter bulat diameter 15cm. Potong dua. Ambil satu bagianb entuk kerucut dan sambung ujung ujungnya dengan air. Beri isi lalu rapatkan. Kerjakan semua adonan sampai habis.
  6. Panaskan minyak dengan api sedang. Goreng samosa sampai kecoklatan sambil disiram siram minyak agar muncul gelembungnya. Angkat lalu tiriskan minyaknya.



Belajar Quilting





Sudah ada sebulan aku mulai belajar quilting. Awalnya sih lihat teman teman facebook dan blogger yang pandai membuat quilt. Langsung melongoooo...menggabungkan kain dari potongan potongan kecil itu kan susah ya? Mencocokkan warna dan motif juga susah kan? Setelah itu menjahitnya hingga menjadi satu bagian yang besar itu juga susah kan? Tapi kok banyak yang bisa ya. Mana hasilnya cakep cakep lagi. Aku terinspirasi dari beberapa teman yang sudah mulai lebih dulu menggeluti bidang per"quilting" an ini. Beberapa diantaranya yaitu Mbak Fitri "Mommy Nisa" dan mba Dewi Trisna. Mereka adalah ibu rumah tangga yang hobbynya sama dengan aku. Suka baking dan cooking. Bedanya mereka punya nilai plus karena bisa juga menjahit. Langsung deh semangat dan kepengen bisa juga. Harus belajar pokoknya. Nah berbekal dari tutorial di internet akhirnya aku mulai belajar sendiri. Sebelumnya aku mulai ngumpulin peralatannya dulu. Setelah kain dan peralatannya datang mulai deh eksekusi. Wes ewes ewes...jadilah seperti di bawah. Walaupun belum rapi tapi puas dan bangga sama diri sendiri bisa membuat sesuatu yang dulu cuman bisa diimpi impikan. Makasih buat Mba Fitri dan Dewi Trisna tuk inspirasinya....! Pokoknya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jadi semangaaattt yaaaa...!!!





Dari satu pack kain charm pack yang aku peli di fbnya Bali Batik Iki jadi beberapa item. Dan itupun masih sisa separuh kainnya ^^. Yuuuk teman teman belajar menjahit ...ternyata quilting itu agak ribet tapi menyenangkan bahkan bikin kecanduan. Untuk peralatan sebagian aku beli di Craft by Mood sebagian lagi dari Fabric Patchwork.




Tas diatas ini aku bikin dengan memadukan kain bali batik dengan denim. Hasilnya cantik juga. Tutorialnya bisa lihat di "Make it & Love it yaaa. Kain denimnya agak lemas jadi supaya tas totenya bentuknya cantik dan lebih kokoh pada bagian bali batik dan handlenya aku beri lapisan batting dan diquilt. Ini kerjanya makan waktu 3 hari tapi disambi dengan kerjaan rumah tangga ^^

Related Posts with Thumbnails