Selasa, 23 Juni 2015

Behind The Scene 2


Waktu share behind the scene kemarin ternyata dapat respon positif dari teman teman. Kali ini aku mau share lagi pengambilan gambar dari sudut yang berbeda. Seperti terlihat di gambar...sumber cahaya dari samping kanan objek. Tapi untuk mendapatkan suasana remang remang cahaya aku blokir dikit menggunakan papan. Jadi walaupun sebagian rotinya kelihatan terang tapi ngga over exposure. Sengaja aku ngga pake reflector agar bayangan di samping kiri menambah kesan dramatis. 




Data EXIF : 
ISO : 500
Aperture : F 3.2
Exposure time : 1/160
Tanpa Reflector

Senin, 22 Juni 2015

Puding Pandan Cokelat



Puding ini sebenarnya hanyalah hasil utak atik puding zebraku. Aslinya motifnya zebra kuning dan cokelat. Tapi aku ingat pernah dapat laporan dari pembaca yang bilang kalau dia sudah mencoba rasa pandan ternyata enak juga jadinya aku juga penasaran. Tapi kok aku lupa ya teman yag komen itu siapa ya...

Ya akhirnya aku bikinlah. Untuk adonan kuningnya aku beri air pandan tanpa tambahan pewarna maupun pasta. Pandan segar sebanyak 4 lembar aku blender dengan 75 ml air matang. Sebenarnya aku was was kalau hasilnya nanti pahit karena kebanyakan pandan. Untunglah kekhawatiranku tidak terjadi. Hasilnya enak dan lembut. Aroma pandannya terasa. Warnanyapun cantik. Tapi enaknya sih dimakan begitu saja. Kalau dikasih vla ya enak juga cuman aroma pandannya tertutup sama rasa vla susunya. Tapi walau begitu anak anak maunya pakai vla ya aku bikinkan. Pakai resep vla ala KFC ya.

Tiga perempat adonannya aku bikin pola domino. Tapi ngga berhasil. Polanya sih jadi. Tapi sewaktu dipotong eeehh berhamburan semua. Lepas lepas. Butuh ketelatenan juga dalam melapis. Mungkin aku ada beberapa kelamaan menuangnya jadi adonan keburu keras. Hasilnya satu sama lain ada yang ngga melengket.

Sekedar tips ya teman teman. Kalau mau bikin motif zebra adonan harus agak kental. Karena kalau encer dua warna ini akan nyampur. Kalau dulu sih aku gak masalah langsung dituang ke loyang bergantian. Tapi sepertinya kualitas agar agar sekarang berubah. Dengan takaran air yang sama menghasilkan puding yang encer. Mungkin agar agarnya perlu ditambah ya. Tapi triknya bisa juga kita tunggu adonan hingga agak kental. Jangan lupa terus diaduk agar tidak mengeras. Baru kemudian dituang bergantian.



Untuk motif di bawah ini aku cuma menuang adonan pandan kemudian diberi potongan puding cokelat. Jadi seperti mozaik.

Minggu, 21 Juni 2015

Pepes Tenggiri Tanpa Tulang



Selama bulan ramadhan kita para ibu biasanya berusaha mencari menu menu spesial untuk sahur dan buka puasa. Sebenarnya kalau untuk aku, spesialnya bukan di banyaknya macam dan jumlahnya karena orang cenderung suka lebih konsumtif pada saat ramadhan. Semua muanya aja mau dimakan dan dibeli. Padahal ngga bisa kemakan semuanya. 

Spesial itu adalah di resepnya. Diusakan bervariasi dan bisa meningkatkan selera makan anak anak. Anak anak kan masih belajar puasa ya. Kadang kurang selera kalau dalam keadaan mengantuk ketemu makanan yang bukan favoritnya. Makannya harus pakai acara bujuk membujuk dulu. Jadi pintar pintarnya kita mencari variasi resep yang menarik. Selain itu supaya efisien kadang aku menyetok makanan. Bikinnya banyak dan taruh di freezer. Nanti pada saat mau disajikan kita panaskan dulu. Seperti hari ini. Aku menyetok pepes. Sengaja aku buat dari ikan tenggiri fillet agar lebih mudah disantap...nggak perlu memilih milih tulangnya. Bumbunya harus banyak karena ikannya cuman daging aja kan...ngga ada tulangnya.




Behind The Scene...



Apa kabar teman teman...?? gimana puasanya? semoga masih lancar ya. Hari ini aku bikin timphan. Untuk resep kali ini agak beda dari resep sebelumnya karena aku menggunakan sedikit kelapa muda dalam isian sarikaya nangkanya. Rasanya ngga jauh berbeda kok. tetep enaaak. Resepnya bisa dilihat di Bale Kuliner ya.

Aku juga sengaja mengambil beberapa gambar behind the scene foto makananku.  Supaya ada gambaran buat teman teman bagaimana ambil gambarnya. Sebenarnya untuk cahaya di rumah yang sekarang aku agak kesulitan karena jendela yang telalu banyak dan besar foto seringkali jadi over exposure. Apalagi kalau ngambil gambarnya pagi jam 11 sampai jam 2 siang. Sangat terang. Terlihat di bawah ruang tamu memiliki jendela di sisi kiri kanan dan depannya. Cuma aku tutupi rak pajangan di sebelah kirinya biar gak terlalu silau. Sewaktu memotret, jendela harus dalam keadaan tertutup vitrase yang befungsi juga sebagai diffuser. Yaitu supaya cahayanya lebih lembut dan menyebar, bayangan objeknya tidak terlalu keras.




Sudut yang biasa aku jadikan tempat memotret adalah sebelah kanan atau kiri dari jendela. Kadang di lantai dengan di alas papan ataupun di atas meja kecil. Kalau lagi pingin yang low light atau foto yang agak gelap aku blokir sedikit cahayanya seperti di gambar bawah...sisi kanan kiri dan belakangnya aku tutup dengan blok kayu serta bantal kursi. Pokoknya memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah saja. Ngga pake peralatan canggih kok ^^


Di  depannya aku kasih reflector dari cake board warna metalik ya untuk memantulkan cahaya dari jendela mengenai objeknya supaya ngga terlalu gelap. Bisa dilihat di gambar bawah perbedaannya ya...





Gimana?? kebayang kan teman teman?? Nanti aku usahakan lagi sharing behind the scene dengan nuansa cahaya yang berbeda pula ya.


Data EXIF :
ISO : 500
Aperture : F 2.5
Exposure time : 1/200
Reflector dari arah depan

Selasa, 16 Juni 2015

Chocolate Lasagna



Tak terasa besok kita sudah memasuki bulan suci ramadhan. Kami sekeluarga mengucapkan selamat berpuasa bagi saudara-saudaraku sesama muslim, semoga Allah Subhanahu Wata'ala memberkahi kita di bulan ini. Semoga semua amalan dan ibadah kita diterima dan diberi pahala berlipat ganda. Amiiin.

Kali ini aku mau share resep chocolate lasagna. Ternyata bukan hanya lasagna daging yang ada...lasagna dessert juga ada lho. Pertama lihat di internet langsung penasaran. Kok bisa diberi nama lasagna ya. Ternyata pemberian nama ini berhubungan dengan cara melapis adonannya yang yang terdiri dari beberapa layer. Dimulai dari lapisan oreo, krim cheese, custard coklat atau puding cokelat, lalu krim cheese lagi dan terakhit diberi taburan cokleat chips. Kelihatannya menggiurkan. Kebayang bayang mirip kayak tiramisu ya.

Kalau di luar Amrik sono sih lapisan cokelatnya mereka sebut puding. Padahal untuk kita di indo, puding itu lain lagi. Biasa terbuat dari agar agar atau jelli. Bisa juga berupa puding roti atau apapaun yang teksturnya lebih set tapi tetap lembut. Tekstur puding cokelat ini seperti vla menurutku. Konsistensinya seperti vla kue sus tapi lebih lembut dikit. Jadi ketika disendok langsung deh lumer di mulut. Yang unik juga ada di rasanya karena menggunakan santan jadi gurihnya agak beda ya. Tercium aroma santannya dikit. Unik.

Kalau menurutku secara keseluruhan puding ini enak. Cuma taburan cokelat chipnya agak kurang nyambung menurutku. Teksturnya berlawanan dengan puding yang lembut. Tapi untuk anak anak apa saja yang nyoklat atau ngeju merupakan favoritnya. Ngga perduli bentuknya kayak apa. Mereka suka sekali.


 

Untuk satu resep ini menghasilkan 1 buah chocolate lasagna dalam pyrex berukuran diameter atasnya 22 cm dan 2 gelas ukuran sedang. Resep aslinya ngga tau juga darimana karena di internet sudah populer di Amerika dan Malaysia. Jadi aku ikut aja resep yang berseliweran ya. Kali ini aku merujuk pada blog "Cahaya Cintaku" blog dari negara tetangga ya karena menggunakan resep puding cokelat bikinan sendiri bukan yang instan.



 



Jumat, 12 Juni 2015

Roti Lagiiii...


Roti rotiiii lagiii...jangan bosan ya men temen. Kayaknya postinganku di blog yang paling banyak setelah jajanan tradisional adalah roti. Secara memang hampir tiap minggu bikin buat bekal anak anak dan bapaknya. Mungkin kalau dibikin buku udah tebel banget bukunya >,<

Ada 3 macam yang aku bikin. Favoritku roti kacang tidak ketinggalan, roti cokelat dan sosis favorit orang serumah. Yang ingin aku share kali ini hanya bentuk roti sosis yang agak beda. Untuk resep bisa lihat di sini. Hiasannya cuma mayonaise, saus lombok, taburan oregano dan merica hitam serta keju parut dikit. Yummiiii. InsyaAllah daftar praktek berikutnya adalah roti greentea. Stay tuned!!




Kamis, 11 Juni 2015

Bolu Jerman Tanpa Emulsifier


Nah kan yaaaa...ngga bisa tenang juga kalau belum mencoba resep resep yang lagi rame dibicarakan. Penasaran pastinya. Pingin tau apa yang membuatnya istimewa. Tapi tentu saja aku ngga bisa membandingkannya dengan punya teman teman yang lain dan resep aslinya karena ada bahan yang aku skip. Aku ngga pake emulsifier. Dan karena ngga pake emulsifier aku juga skip pemakaian air dan menambah satu buah kuning telur seperti sarannya Mba Nina "Catatan Nina". Walaupun tetap mengembang indah, ringan dan lembut tapi pori porinya kurang halus. Beda dengan di gambar kue teman teman. Kelihatan agak padet tapi lembut. Mungkin ini juga karena faktor kelamaan ngocoknya ya. Kalau ngocok pake handmixer kita akan mudah melihat perubahan kekentalan adonan. Tapi kalau menggunakan heavyduty mixer...agak susah ngontrolnya >,<

Supaya ngga plain aku beri isi filling creamcheese tengahnya. Creamcheese aku tambah susu kental manis dan krim kental. Asal cemplung aja sampai dapat rasa yang pas. Aku ingin menambahkan parutan keju tapi setelah aku coba padanan ini agak kurang matching. Frosting creamcheese yang lembut agak gurih manis berubah menjadi asin kalau diberi keju parut. Jadi cuman anak anak aja yang pake keju karena memang mereka request. 

Rabu, 10 Juni 2015

Roti Gulung Kacang


Semasa kecil roti kacang ini adalah roti favoritku. Di dekat rumah ada tetangga yang menjualnya dan setiap hari aku bisa mencium aroma wangi kacangnya tercium dari rumahnya. Memang ada penggunaan kayu manis dalam campuran kacangnya tapi aromanya tidak dominan seperti cinnamon roll. Kayu manis di sini hanya untuk memperkuat aroma kacang yang disangrai. Jadi memang kalau mau dapat wanginya kacang harus disangrai ya. Setelah itu bisa dicincang atau diblender kasar saja biar masih ada teksturnya. 

Jangan ditanya...ini aku sukaaaaa sekali. Untungnya sekarang aku sudah bisa membuat roti sendiri jadi kalau kangen atau ingin bernostalgia yaaa tinggal bikin saja. Waktu itu harganya masih cepe alias 100 perak ^^

Selasa, 09 Juni 2015

Roti Jala dan Kari Daging



Waktu kemarin aku dikasih cetakan tulban mini sama Mba Devi Rana...aku dikasih juga cetakan roti jala. Dari dulu memang penasaran pingin bikin roti jala tapi belum punya cetakannya. Alhamdulillah dapat rezeki dari mba Devi akhirnya terlaksana juga bikin roti jalanya. Makasih ya mbaaaaa...dirimu baik sekali...

Untuk resepnya aku adaptasi dari Resep Warisan. Menurut beliau ini asli resep dari Aceh. Takarannya aku bagi dua karena menggunakan setengah kilo daging sapi dan ada beberapa bumbu yang aku skip karena tidak punya seperti kembang lawang. Rasanya sudah pas dan enak menurutku. Cuman karena belum biasa makan kari dengan roti jala...jadi berasa ada yang kurang. Rotinya sendiri sudah gurih karena menggunakan santan, enak dimakan gitu aja menurutku. Lha si Iyut sama juga...sudah makan roti jala dengan kari tambah lagi dengan nasi karena katanya kurang kenyang.






Syarat untuk mendapatkan kuah kari yang wangi adalah dengan penggunaan bumbu yang segar. Terutama bahan kering seperti ketumbar dan jintan disangrai dulu sampai wangi baru dihaluskan. Kebetulan beberapa waktu lalu aku bikin bumbu halus untuk campuran bumbu spekuk. Ada cengkeh, pala, kayu manis dan kapulaga. Nah bumbu ini mirip dengan bumbu kari jadi aku ngga perlu beli lagi.

Resep roti jalanya menggunakan Resep Warisan ya. Tapi airnya aku tambahkan sedikit-sedikit. Adonannya kental hingga tidak lancar melewati cetakan roti jala. Ngga mau turun mengalir ke pan dadarnya. Setelah ditambah air dikit barulah mau keluar. Jadi sesuaikan saja kekentalannya ya teman teman. Keenceran juga gak bagus karena adonan akan langsung beleber hingga bentuk jalanya ngga kentara. Hasil akhir roti jala ini enak. Asli gurih dan agak kenyal jadi enak makannya. Yang penting sewaktu mendadar api jangan terlalu besar. Jangan pula terlalu kecil apinya dan lama karena roti jala nanti akan kering. 

Untuk konsistensi kuah kari karena mau disandingkan dengan roti jala aku bikin kuahnya rada kental. Jadi rotinya bisa dicolek colek ke dalam kuah kari. Kalau encer takutnya rotinya akan basah sehingga kurang seru makannya. Untuk cabe aku menggunakan sedikit saja agar anak anak tetap bisa memakannya.

Senin, 08 Juni 2015

Ayam Tumis Merica Hitam



Ini adalah menu yang sangat simpel. Siap saji ngga lebih dari 15 menit. Jadi cocok tuh buat ibu ibu yang maunya praktis. Kadang kita lagi mati ide atau lagi dikejar waktu, atau bisa juga cuma lagi malas masak yang rempong, cocok banget niy. Apalagi dah mau puasa, cocok banget buat sahur. Tetap fresh dari kompor tapi gak pake lama ^^

Yang penting udah ada ayamnya tinggal ditumis aja sama bumbu minimalis. Ayam dipotong ukuran bite sizes. Bumbunya pun cuman dipotong potong aja. Pake minyak atau margarin juga dikit...yahuuut lah pokoknya. Yang penting rasanya juga enaaakkk...!! wangi merica hitam. Berasa makan steak gitu...

Related Posts with Thumbnails