Senin, 13 Juli 2015

Kue Kering Sultana


Ini kukis favoritku. Dulu selalu jadi andalan kue mamaku tiap tahunnya. Tapi tidak tiap lebaran aku bikin. Kalau lagi ngga rempong aku bikin. Kukis ini memang butuh ketelatenan. Bikinnya agak agak ribet. Terdiri dari dua lapis adonan kukis yang diisi tengahnya dengan adonan kismis. Rasanya??? hmmmm asli enaaak. Mungkin karena memang aku suka kismis ya. Ada perpaduan manis dan sedikit asemnya. Sengaja aku pake kismis hitam dan hijau supaya ngga manis aja rasanya.

 

Oh ya untuk penggunaan terigu aku ngga memberikan takaran ya. Dituang dulu sekitar 200 gram tepung yang sudah dicampur soda kue lalu aduk rata. Kalau masih lembek tambahkan secukupnya sampai kalis ya. Jangan sampai keras karena hasil kukis keras juga nanti. Jangan juga diulen adonannya ya. Cukup diaduk rata saja.

Chocolate Crinkle Cookies






Masih edisi kukis, kali ini mau bikin yang cokelat cokelat. Sebenarnya dah sering bikin yang nyoklats tapi kali ini pingin bikin crinkle cookies. Kukis cokelat bersalut gula dengan ciri khas retak retaknya yang cakep. Sebelumnya udah bikin resepnya Brown Eye Baker. rasanya enaaak banget tapi bentuknya kurang cantik karena meleber dan pipih. Ngga ngedome seperti di gambarnya. Aku coba lagi pake resepnya Betty Crocker....hasil batch pertama tetep sama juga. Ngga ngedome. Kenapa ya? bingung juga. Akhirnya aku tambahkan tepung 2 sendok makan. Adonan tetep lembek tapi setelah dipanggang ternyata lebih cantik dan kokoh. Artinya lain kali pingin coba lagi dengan resep Brown Eye Baker dengan metode ini. Rasanya asli kayak brownies fudge ^^. perbedaan rasa menurutku ada di oenggunaan lemaknya. Yang menggunakan butter lebih mantap rasanya dibanding yang pakai minyak. Resepnya aku bikin separuh dari resep asli. Ini aja udah banyak banget karena aku bikin ukuran kukis standar Indonesia. Kalau standar luar negeri...kukisnya segede gaban >,<.  










Minggu, 12 Juli 2015

Peanut Thumbprint Cookies


Ngga terasa ramadhan sudah mau berakhir. Semoga ibadah ramadhan kita diterima oleh Allah dan semoga Allah memanjangkan umur kita agar bisa bertemu dengan ramadhan berikutnya...amiiin

Kali ini mau share kukis thumbprint. Resep aslinya peanut chocolate chips cookies...kukis kacang dengan tambahan coklat chips di dalamnya tapi aku modikasi dikit. Aslinya adonan kukis ini sangat lembek sehingga kukis akan sedikit meleber ketika dipanggang dan menghasilkan kukis yang ringan dan renyah. Kali ini aku cuma menambahkan sedikit tepung dan gulanya supaya adonan bisa dipulung. Lalu di tengahnya diberi dcc biar cantik. Rasanya sama sama enak dengan aroma kacang yang khas. Resep asli dari Majalah Sedap. Berikut resepnya ya...

Sabtu, 11 Juli 2015

Wafer Cookies




Aku ingat...waktu masih kecil kalau berlebaran ke rumah teman kukis inilah yang paling aku cari. Karena di rumah mamaku ngga pernah bikin. Kue mama beda juga variasinya. Nah setelah kemarin kihat dui Fbnya teman rasanya pingin ikut bikin juga. Sekalian bernostalgiaaa...

Resep dari mba Cencen Dapur Chibie. Makasih ya mba...akhirnya bisa merasakan lagi kukis kesayangan ini ^^

Bahan A
200gr margarine
100gr butter
2 kuning telur

Bahan B
450gr terigu
50gr susu bubuk
100gr gula halus

Bahan Olesan
1 kutel
1 sdm susu


Isi dan Taburan :
wafer favorit (aku pakai wafer Selamat)

keju parut buat hiasan

Cara membuat:

  1. Mixer bahan A sebentar saja asal rata.
  2. Masukkan bahan B aduk dengan spatula sampai tercampur rata. 
  3. Giling adonan dengan rolling pin lalu isi dengan wafer lalu gulung dan ratakan dengan tangan lalu potong-potong dengan pisau tajam. 
  4. Oles atasnya dengan kuning telur dan hias dengan keju parut. Panggang dengan suhu sekitar 150°c kurang lebih 25 menit.

Sedikit tips:
- agar wafer lengket dengan adonan dioles dulu wafernya dengan putih telur
- saat ngeroll adonan jangan terlalu tipis nanti jadinya lengket-lengket
- saat memotong pun gunakan pisau tajam agar wafer tidak remuk

Belajar Membuat Tempat Pensil








Setelah kemarin membuat mini tote yang imut...kali ini aku belajar juga sekalian bikin pouch atau tempat pensil buat pasangan tasnya. Masih pake kain shabby pastel yang cantik. Ternyata seperti baking, menjahit juga bener bener bikin ketagihan. Harus bener bener pandai mengatur waktu agar pekerjaan lain tidak terbengkalai. Masalahnya kalau sudah memulai menjahit ...rasanya nggak mau berhenti sebelum selesai >,<

Siapa tau ada teman teman yang tertarik untuk membeli kainnya silahkan hubungi mba Igna Triset di FBnya ya...

Untuk tempat pensil ini step by stepnya bisa di lihat di "Haberdashery Fun" dan "BeadandCord.com". Alhamdulillah ngga terlalu susah asal bener bener mengikuti polanya ^^











Senin, 06 Juli 2015

Belajar Membuat Mini Tote Bag dengan Resleting


Dulu sudah pernah bikin tas tote dengan memadukan kain denim dan batik Bali. Tapi sayangnya waktu itu aku belum berani bikin resleting. Penasaran banget dan sudah niat kalau ada waktu mau bikin tote dengan risleting dalam dan luar. Nah momen lebaran ini aku pingin bikinin ponakanku Qila dan Mira tas tote ukuran mini buat dipakai pergi mengaji. Kainnya dah lama aku kumpulkan. Setelah cari mencari di google pilihanku jatuh ke tutorial yang jelas dan tidak terlalu susah dari "Sewing Novice". Sangat sangat membantu. Petunjuknya mudah diikuti. Untuk tasnya masih pake tutorial dari "Make It Love It". Alhamdulillah tas berlestingnya bisa jadi juga. Gimana teman teman dah rapi apa belum???

Karena kainnya gak terlalu tebal aku melapisnya dengan kain batting dan diquilt dikit. Kain yang aku gunakan ada 4 motif. Kain biru motif bunga, kain biru kotak kotak motif quilting dan kain biru  motif bunga memanjang untuk bagian resletingnya. Untuk puringnya aku gunakan kain dot biru. Yang satu lagi sama aja cuma kain dasarnya warna merah motif bunga. Buat teman teman yang juga ingin belajar memasang resleting bisa lihat di sini ya caranya. Sebenarnya banyak juga tutorial lain bertebaran di dunia maya. Silahkan cari yang paling sesuai menurut teman teman. Next project aku mau bikin tas yang gedean dikit aaahh...







Kamis, 02 Juli 2015

Behind The Scene 3










Hari ini aku mau sharing behind the scene lagi. Jangan bosan ya teman teman. Walaupun aku sendiri belum mengerti benar ilmu food photography serta teori teorinya tapi aku terangkan sesuai pemahamanku saja ya. Semuanya pake feeling aja. Kali ini gambar soto banjar dengan nuansa terang ya menggunakan kayu background putih. Soto banjar kan terdiri dari beberapa printilan. Ada laksa, telur, perkedel, sambel dan lain lain. Dengan background putih ini fokusnya tertuju pada makanan itu sendiri. Makanan terlihat kontras dengan latarnya. Kalau terlalu banyak props foto digunakan takutnya objeknya ngga jadi bintang lagi ^^. Sumber cahaya tetap dari cahaya alami yaitu matahari dari arah belakang obyek. Menurutku cahaya ini adalah yang paling bagus untuk pemotretan makanan.


Data Exif : 
ISO : 100
Aperture : F 2.5
Exposure time 1/15 
Menggunakan reflelctor dari arah kanan depan.



Rabu, 01 Juli 2015

Banana Cotton Cake


Alhamdulillah aku dapat kiriman loyang tokyo banana. Dari Mba Devi Rana lagi. Kemarin marin sudah dikasih cetakan roti jala sama loyang mini tulban. Beliau baik sekali. Dikirimin dari Jakarta lho. Aku yang jadi ngga enak belum bisa membalas apa apa. Tuk mbak Devi Rana makasih banyak ya mbaaa pemberiannya. Akhirnya aku jadi bisa mencoba cake yang lagi happening di dunia food blogger Indonesia ini ^^

Di dunia maya ada beberapa versi banana tokyo ini. Di Indonesia yang populer adalah yang versi cake pisang dicetak di loyang berbentuk pisang lalu diberi coating cokelat hias bentuk pisang. Tapi di Jepang sendiri justru yang populer adalah cake sponge pisang atau cake vanila biasa yang diisi dengan custard pisang. Naaah bingung mau coba yang mana kan...daripada pusing aku coba saja dua duanya. Resep cake aku pakai banana cotton cakenya Ny. Liem yang aku lihat di blognya mbak Elsa Elwin. Sedangkan tuk isian custardnya aku lihat di sini.

Berbeda dengan review mbak Elsa yang bilang kalau adonannya agak encer. Adonanku malah kental banget seperti adonan cotton cake pada umumnya. Tapi ada cara bikinnya yang aku ubah. Kalau versi Ny. Liem, putih telur dikocok dulu lalu disisihkan dan mengerjakan adonan kuning telur. Sedangkan aku menggunakan cara mencampur adonan kuning telur dan tepung kemudian terakhir mengocok putih telur dan dicampurkan ke adonan kuning telur. Cara ini menghindari adonan putih telur mencair. Nah dengan metode ini kue yang aku hasilkan tebal dan banyak. 5 loyang banana cake ukuran besar dan 1 loyang cake ukuran 30 x 25cm. Tebel kuenya. Jadi aku belah mendatar dan dibagi lagi 4 (jadi 8 slices) dan inilah yang aku jadikan bolu gulung pisang isi custard pisang. Ini aja sudah dibelah dua masih tebal kuenya. Di gambar kelihatan kan ada 4 macam. Yang paling atas yang menggunakan loyang banana tokyo. Tanpa filling. Yang di gambar bawah ini yang bolu gulung mini isi custard pisang. Jadi ada 3 macam. Yang cokelat itu yang masih utuh kulit bagian luarnya sedang yang satu yang sudah nggak ada kulitnya. Yang satu lagi sama saja cuman diberi coating cokelat. Kalau saya sih lebih milih bolu gulung tanpa coating. Walaupun bentuknya gak secantik yang menggunakan loyang tapi rasa pisangnya justru lebih terasa. Kalau yang pake coating justru dominan rasa cokelat coatingnya >,<




Related Posts with Thumbnails