Senin, 30 November 2015

Pumpkin Puff with Pumpkin Custard Filling


Dalam rangka meramaikan tantangan Indonesian Food Blogger bertemakan "labu"  kali ini aku bikin kue sus labu. Pinginnya yang unik yang beda dari yang lain. Ngga nyangka ternyata labu bisa juga dibuat kue sus. Kuenya juga tetap mengembang indah. Bikinnya sih kemarin tapi baru bisa diposting hari ini. Lagian udah janji dan emang udah niat mau ikutan challenge ini, waktu itu udah dicolekin sama mba Freeyanti Inef dan admin IDFB. Jadi walau telat yang penting ikut meramaikan ya teman teman...

Resepnya gak jauh beda dari sus biasa cuman ada tambahan labu halusnya saja. Supaya bener bener sesuai tema, isinya juga aku beri tambahan labu. Rasanya seperti makan klappertart labu dalam balutan kue sus, enaaaak. Jadi selain warnanya jadi cantik kekuningan rasanya pun oke dan gizinya juga dapat. resepnya aku modifikasi dari Cookin' Canuk

Minggu, 22 November 2015

14 th Wedding Anniversary...



Tak terasa pernikahan kami sudah memasuki usia 14 tahun pada tanggal 28 Oktober ini. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ya. Postingan ini udah ditulis dari Oktober lalu tapi baru bisa diposting sekarang, hehe. Alhamdulillaaaah...semoga langgeng terus, saqinah mawaddah warahmah. Doakan ya teman teman...
 
Kadang kalau lihat lihat album foto kenangan...rasa sedih datang menyergap. Rindu akan masa masa kecil mereka. Sewaktu mereka masih lucu dan imut, semua-muanya masih bergantung pada kami orangtuanya. Sekarang dah pada gede gede, sudah lebih mandiri. Semakin dekat rasanya waktu di mana mereka akan pergi meninggalkan kami tuk melanjutkan pendidikannya. Membayangkan kesunyiannya...
Lebaaay ya teman teman.

Ya Allah lindungilah anak anak kami, jadikanlah mereka anak anak soleh. Lembutkanlah budi pekerti mereka dan mudahkanlah segala urusannya. Jadikanlah mereka penyejuk mata dan hati orangtuanya dan juga orang orang di sekitarnya. Semoga mereka bisa jadi anak yang bermanfaat ...amiiin ya robbal alamiiin.





Kami berdua...cuiiit cuiiittttt ^^




Iyut




Hanif


Di bawah ini foto beberapa waktu lalu sewaktu mbah datang berkunjung. Saking kangennya sama cucu cucunya, walaupun jauh dan lelah dalam perjalanan rela ditempuh. Naik mobil dari Turen ke Malang. Lalu Malang ke Surabaya. Lanjut lagi dari Surabaya menuju Makassar naik pesawat. Dan karena ngga dapat pesawat lanjut lagi 12 jam perjalanan naik bis dari Makassar menuju Sorowako. 

Ketika tiba terkaget kaget dan pangling lihat Iyut karena Iyutnya dah gede banget. Jauh beda dibanding terakhir ketemu waktu kami ke Jawa dua tahun lalu. Dulu Iyut masih lebih pendek dari mbah ibu sekarang udah kalah tingginya. Semoga beliau berdua selalu diberikan kesehatan dan bisa main ke sini lagi.


Siap siap berangkat sekolah, salim mbah ibu dan bapak duluuuu...



Pulang sekolah...

Watermelon Popsicles



Kali ini mau posting yang seger seger dan simpel. Cuman popsicles semangka. Tapi ini seger banget. Kemarin dapat semangka gede gede dari tetanggaku yang baik hati. Satunya semangka kuning satunya lagi semangka merah. Udah dimakan tapi masih banyak juga sisanya. Sedangkan semangka kalau sudah dibelah...ngga tahan lama lama walau di kulkas. Palingan dua hari aja. Ini sudah dibikin jus masih ada sisanya. Malah jadi dapat ide untuk bikin popsicles. Ini resepnya campur campur aja sesuai selera ya. Aku cuman pake semangka, air jeruk nipis dan gula dikit. Diblender semua setelah dihilangin bijinya. Sebenarnya semangkanya sih sudah manis, tapi kayaknya kurang seru kalau ngga ditambah gula dikit. Ternyata syegeeer...asem manis rasanya. Jusnya enak, pospsiclesnya juga enak. Yukkk bikin buat anak anak....!!

Rabu, 11 November 2015

Gyoza VS Hakau




Sebenarnya niat mau bikin hakau ini sudah lama. Beberapa bulan yang lalu aku dikasih tepung tangmien sama temanku Mba Indah Yudo. Waktu itu yang terpikir di benakku mau bikin hakau. Karena olahan yang menggunakan tepung tangmien memang terbatas. Biasanya sih digunakan pada olahan yang menghasilkan warna putih transparan dan tekstur yang lentur seperti hakau. Tepung tangmien adalah tepung yang terbuat dari pati gandum. walaupun dari gandum tapi beda dengan terigu lho ya. Kalau terigu kan tepung/flour yang diambil dari unsur protein dan karbohidratnya gandum sedangkan kalau tangmien ini adalah starch atau pati dari unsur karbohidratnya saja. Istilah gampangnya kanjinya gandum. Kalau kanjinya singkong kan tapioka ya.

Akhirnya bikin juga hari ini. Ngga tau juga kok aku lagi semangat semangatnya. Padahal yang mau diolah ini lumayan ribet. Belum bikin kulitnya dua macam...belum lagi isiannya. Kuat ngga ya tanganku. Masih belum sembuh betul. Tapi udah pengen banget jadi tetap semangaaat. Pilihanku jatuh pada hakau dan gyoza. Kalau di Cina sana hakau dan gyoza/dumpling ini adalah makanan kecil khas Cina yang disajikan dalam porsi kecil. Kalau kita biasa nyebutnya dimsum ya. Seperti pangsit dan siomay. Kalau di Cina sana banyak sekali macamnya. Sedangkan di jepang dumpling disebut gyoza. Nah beda lagi dengan potsticker. Kalau potsticker dumpling juga tapi proses pemasakannya dengan cara di pan fried. Jadi pannya diberi minyak dulu dikit lalu dumplingnya dipanggang sebentar sampai bawahnya kecoklatan lalu ditambah air lalu dilanjutkan dengan memasak sampai airnya habis. Jadi tekstur eksteriornya agak renyah tapi dalamnya lembut.

Nah untuk memudahkan, aku membuat isiannya dari satu bahan saja. Sama sama pakai ayam dan udang. Memang sih umumnya hakau menggunakan udang. Tapi dulu aku sudah pernah bikin pake udang tapi menurutku rasanya gak terlalu istimewa. Apalagi potongan udangnya besar besar ngga dicincang. Untuk isian gyoza aku tambahkan potongan kol yang dirajang halus. Resepnya isiannya aku modifikasi dari resep kaki naga dan dumpling Mba Endang "Just Try and Taste". Agar tekstur dagingnya masih terasa, udangnya dicincang aja ya teman teman. Ini punyaku pake food processor kayaknya terlalu halus >,<. Untuk resep kulit gyoza aku lihat resep kulit pangsit di Mba Ita Dapur Griya Kahyangan. Resep aslinya dari The little Theochew.  Sedangkan untuk resep kulit hakau aku lihat di Sajian Sedap. Kalau mau lihat resep dan step pembuatan kulit hakau bisa buka di sini ya teman teman. 

Untuk penyajiannya paling enak disantap dalam keadaan hangat dari kukusan. Kalau dingin jadi agak kering. Jadi sebaiknya dikukus lagi pada saat akan disajikan. Temannya yang cocok boleh pakai saus kecap, saus sambel atau apa saja sesuai selera. Aku pakai dua macam. Ala ala Indonesia. Saus cuko gula merah dan saos cuka gula putih. Isinya cuma cabe, gula, garam, bawang putih, cuka dan air. Yummiiii....!!



Kamis, 05 November 2015

Avocado Mousse Cake




Sering lihat kue ini berseliweran di FBnya mba Ina Moulina Fajrin Isra "Nyak Ina Kitchen". Banyak yang mesan kue ini. Artinya banyak yang suka dong ya. Kalau banyak yang suka artinya enak dong ya. Naaah itu dia yang bikin penasaran. Avocado mousse cake namanya. Tentu saja ada alpukatnya ya. Kebetulan aku belum pernah mengolah kue yang ada alpukatnya. Biasanya sih dibikin es campur saja. Untuk eksekusi perdana aku lebih suka bikin versi mininya dengan loyang diameter 16 cm. Selain ngga terlalu lama habisnya *sadar kalori yak* , lebih enak menikmati kue dengan potongan kecil, rasanya ingin tambah tapi keburu habis, dibandingkan makan sampai puas dan bosan sendiri ^^

Resep aslinya bisa dilihat di blognya mba Rachmawaty Luthfie. Sedangkan untuk kueku ini sudah aku modifikasi dari resep beliau. Maaf ya mba Ina dan mba Rachmah resepnya diutak atik.

Untuk cakenya aku pakai resep steamed moist chocolate cakenya "Cooking Crave". Ngga ribet karena ngga butuh mixer. Aku bikin setengah resep saja karena loyangku kecil dan cakenya cuman dua lapis. Untuk lapisan krim cokelatnya aslinya pakai ganache tapi karena namanya mousse cake jadi aku pakaikan juga alpukat pada lapisan cokelatnya. Jadi bener bener alpukat atas bawah. Aku tambahkan kopi ke dalam mousse cokelatnya karena seingatku alpukat pas bener disandingkan dengan kopi. Jaman aku kecil kalau makan alpukat biasanya ditambah gula pasir dan kopi dikit. Enaaak...

Oh iya resep aslinya pakai krim bubuk non dairy ya teman teman, tapi karena di kulkas masih ada krim kental dairy aku pake itu aja. Jangan lupa untuk mencicipi krim yg siap dipakai supaya kita bisa menyesuaikan dengan selera manis kita. Kalau kurang manis tinggal tambah gula ya.

Minggu, 01 November 2015

Dibalik Foto Makanan Yang Cantik...

Terus terang aku sering bingung kalau ditanyain teman teman atau pembaca blog tentang cara membuat foto makanan yang baik dan benar. Selama ini aku mengambil gambar dengan teknik "suka suka" tanpa paham  teorinya. Yang penting hasilnya memuaskan. Aku, tentu saja sama sekali bukan professional photographer dan tidak punya basic ilmu photography. Semuanya aku pelajari secara otodidak karena di tempatku yang notabene kota kecil ini tidak ada kursus, training atau apapun yang menunjang ilmu photography. Semua adalah hasil belajar dengan cara surfing di internet. Berjam jam melihat gambar gambar senior foodie blogger. Memperhatikan bagaimana cara mereka menata makanan, apa saja properti yang digunakan, pencahayaan dan lain sebagainya. Ya... dibantu dengan sedikit bacaan tentang ilmu food photography. Tapi memang dasarnya aku tuh agak-agak telmi dan gaptek, susah juga dipraktekkan ilmu dari bukunya. Akhirnya balik lagi ke cara lamaku. Foto suka suka yang penting hasilnya terlihat menarik. Jadi tolong jangan ditanya teorinya ya teman teman. Aku sih gak pake teori. Pokoknya praktek saja mengikuti kata hati.

Suka dengan food photography awalnya pas mulai ngeblog. Orang yang memiliki blog pasti ingin menarik pembaca dong ya. Syaratnya tentu saja dengan berkomitmen pada diri sendiri. Rajin update post dan rajin menjawab komen yang masuk. Aku, dalam dunia nyata bukan orang yang pandai bicara, apalagi kalau disuruh berbicara di depan umum. Langsung panas dingin, sakit perut dan mulut terkunci rapat. Tapi anehnya, kalau menulis blog rasanya ngga pernah habis bahan yang akan diomongkan. Kok bisa?? Ya iyalah dengan ngeblog (khususnya blog makanan) secara tidak langsung kita diajarkan untuk lebih inovatif mengolah resep, pandai mengolah cerita dan pandai membuat gambar semenarik mungkin hingga mengundang pembaca untuk ingin mempraktekkannya. Dengan begitu, tujuan utama membuat blog ini tercapai. Sharing resep dan berharap orang lain bisa mempraktekkan dan mendapat ilmu dari blog kita.

Jadi buat teman teman yang ingin menekuni dunia FP, silahkan menimba ilmu sebanyak banyaknya dari mana saja. Bisa dari internet, bisa dari buku buku, bisa dengan kursus atau konsultasi langsung dengan pakarnya Pokoknya apa apa saja yang bisa menambah ilmu kita. Gambarpun bisa pun bisa diambil dengan apa saja. Handphone, kamera pocket maupun kamera DSLR bisa dipakai semua. Kesemuanya juga sudah pernah aku gunakan. Walaupun kita bukan profesional bukan berarti kita juga ngga bisa menghasilkan gambar cantik. Mottonya, semakin tinggi jam terbang semakin bagus pula hasilnya. Kalaupun ada kekurangan di sana sini bisa dibantu dengan berbagai macam aplikasi olah foto. Sekarang kan zaman canggih. Lha foto orang aja bisa berubah drastis dengan aplikasi kamera 360. Tul ngga?? tapi kalau untuk makanan ya ngga perlu kamera 360 kali...yaaa cukup photoshop atau photoscape aja. Jangan lupa juga untuk selalu membubuhkan watermark pada foto kita. Hari gini...ada watermarknya aja gambarnya bisa dicuri apalagi yang ngga ada. Banyak oknum yang mau enaknya sendiri...ngga menghargai hasil karya orang lain. Mau punya blog atau jualan tapi ngga mau usaha. Bisanya cuma copy paste content blog orang. Ngga minta izin lagi! Hati-hati ya teman teman...waspadalah, waspadalah!!

Di bawah ini ada beberapa gambar behind the scene dan olah foto yang aku buat.

 
Seperti biasa aku menggunakan natural light, matahari jam 12 siang. Teorinya sih it's a big "no no" mengambil gambar ketika matahari tinggi tingginya. Takutnya overeksposure/silau ya. Cahaya yang jatuh akan terlalu keras. Beberapa foto memang tidak bagus hasilnya diambil pada jam segini. Contohnya bila mengambil gambar minuman atau puding. Cahaya yang jatuh terlalu keras sehingga terlihat pantulannya di permukaan air atau puding. Ini bisa diakali dengan memblokir sedikit cahaya di atas objek. Khusus untuk gambar kukis ini sih oke oke saja. Aku gunakan background papan putih dan reflector di sebelah kiri untuk meminimalisir bayangan objeknya.




Di bawah ini adalah data exif gambar yang aku ambil


Di bawah ini ada contoh gambar kukis yang aku ambil buat perbandingan. Yang satu sebelum diolah dan yang satunya lagi setelah diolah. Beda kan ya hasilnya. Lebih menarik yang kedua. Yang jelas intinya, buatlah gambar anda semenarik mungkin tapi jangan sampai merubah bentuk aslinya. Jangan sampe yang difoto mie bakso, eh setelah diolah berubah jadi spaghetti. Ngga asli dong ya! >,<
                             sebelum                                                    sesudah


Untuk gambar di atas aplikasi yang aku gunakan adalah photoshop dan photoscape. Untuk photoshop belum bisa yang canggih canggih, makanya sebagian aku olah di photoscape. Aku cuma pake photoshop raw untuk  menambah kontras, sedikit vibrance dan juga sharpening untuk mempertajam gambar. Setelah itu disave ke jpeg. Kalau raw kan sizenya besar kali. Menuh menuhin memori komputer kita.





Setelah itu, di bawah ini aku pindah ke photoscape. Klik filter, pilih film effect - provia low. Ini untuk menghasilkan gambar yang lebih terang dan bersih. Bisa bereksperimen dengan pilihan yang lain ya teman teman.


  
Nah di dalam gambar itu kan kelihatan masih ada sedikit bayangan di bawah object. Kalau kita ingin membuat gambar itu lebih bersih dan objeknya stand out maka bayangan itu bisa dikurangi. Klik filter, pilih region of focus - brighten. Bisa juga pilih white. Nah kursornya tinggal digerak gerakkan untuk mencari fokus gambar yang kita inginkan. Semoga sudah ada bayangan ya. Setelah selesai semua baru kita beri watermark dan resize.

Mudah kan teman teman. Semoga membantu ya...








Sedikit tips untuk teman teman agar bisa menghasilkan gambar yang cantik :
  1. Gunakan natural light atau cahaya alami. Hindari menggunakan flash karena gambar objek anda akan kelihatan datar tanpa dimensi.
  2. Carilah posisi yang pas sampai didapatkan cahaya yang sesuai. Jangan ragu untuk mengeksplorasi setiap sisi ruangan untuk mendapatkan pencahayaan yang berbeda.
  3. Ambillah gambar objek sebanyak banyaknya dari berbagai sudut. Kadang piring makanan kita terlihat cantik dari atas, kadang lebih cantik terlihat dari samping maupun 45 derajat. Ubah atur juga posisi piring untung mendapatkan hasil yang paling sesuai.
  4. Hindari latar/prop yang terlalu ramai. Usahakan fokus pada objek makanan yang akan ditampilkan. Jangan sampai properti atau background mengalihkan perhatian dari objek utamanya, alias salah fokus. 

Masalah masalah yang sering dihadapi dalam mengambil gambar :
  1. Warna foto tidak sesuai dengan gambar aslinya. Pada saat mengedit photo, apabila foto anda terlihat kekuningan, kebiruan atau kemerah merahan gunakan aplikasi/software yang bisa menyeimbangkan warnanya. warna akan lebih hidup apabila white-balancenya sesuai.
  2. Foto kabur/tidak fokus. Biasanya masalah ini terjadi karena sensor kamera anda kekurangan cahaya. Beberapa solusi : pindah ke daerah yang lebih terang, usahakan kamera anda steady (tidak goyang) atau gunakan tripod, bisa juga tinggikan aperturenya.
  3. Foto kurang hidup. Photographer makanan profesional biasanya menggunakan lensa yang sesuai untuk menghasilkan foto makanan yang cantik. Contohnya lensa dengan "depth of field" yang kecil. Kita bisa memilih bagian objek mana yang ingin difokuskan. Backgroundnya akan terlihat blur sementara objeknya terlihat tajam. Tapi kalau tidak ada bisa diakali dengan mengutak atik kontras atau ketajaman fotonya dengan softwares olah foto.
 Source : Cookie&Kate

Related Posts with Thumbnails