Jumat, 12 Februari 2016

Pie Susu



Ini adalah postingan pertamaku di tahun 2016. Tangan sudah gatal pingin ngeblog. Resep pun sudah antri menunggu dipraktekkan. Alhamdulillah tanganku sudah baikan. Berkat doa teman teman dan pembacaku tersayang. Makasih ya teman teman tuk perhatiannya. Aku jadi terharu. Doa yang sama untuk kalian semua *peluk semua*

Resepnya sudah lama disharing temanku Esther Fieling Wahyu di FBnya. Resep aslinya dari Ci Liu Nomiaty Sari Cake. Sudah pernah bikin juga tapi baru sekarang bikin untuk diposting. Resep ini reviewnya bagus sekali. Apalagi Ci Liu memang sudah terkenal dengan resep resep cakenya yang yahut.

Berbeda dengan resep pie susu biasanya. Untuk isian susunya lewat proses tim dulu supaya ketika masuk dalam adonan kulit, kulit tidak basah. Isinya sudah agak kental. Hasilnya memuaskan. Manisnya pas ngga overly sweet. Adonan kulitpun renyah dan gurih. Pokoknya mantep ya ini resep. Jempol...!!




Resep asli adalah untuk tiga loyang besar. Jadi aku bagi tiga untuk menghasilkan satu loyang saja.

Bahan :
- 90 gr margarin
- 1 sdm gula pasir halus
- 150 gr terigu
- 1 kuning telur
- 1/4 sdt garam halus

Filling Susu :
- 5 kuning telur
- 3 putih telur
- 65 gr gula pasir halus
- 1/3 kaleng susu kental manis
- 100 ml susu cair
- 65 ml air
- 1/2 sdt vanili
- 2 lembar pandan, sobek sobek

Cara membuat :
  1. Kulit pie : campur terigu, gula halus, garam, aduk rata. Masukkan margarin, aduk dengan menggunakan ujung jari/pisau pastry sampai berbutir butir halus dengan ujung jari. Masukkan kuning telur aduk lagi hingga tercampur rata berbutir halus (jangan diuleni). Satukan adonan menjadi satu gumpalan besar. Bungkus cling wrap, pipihkan sedikit. Simpan di kulkas selama 15 menit.
  2. Siapkan loyang pie bulat 18 cm. Giling adonan pie hingga tipis sesuai lingkar loyang dilebihkan untuk bagian sisinya. Masukkan ke dalam loyang pie. Tusuk tusuk dan panggang selama 15-20 menit dengan api 175C. Kalau menggelembung, keluarkan dan tusuk bagian yang menggelembung. Masukkan lagi.
  3. Filling susu : sambil menunggu kulit pie dipanggang, masak air dan gula serta pandan sampai mendidih. Aduk aduk, matikan api. Saring. Masukkan susu cair, dinginkan.
  4. Kocok lepas telur, tuang ke dalam larutan gula. Aduk rata. Saring. Tambahkan vanili dan susu kental manis. Aduk hingga rata.
  5. Siapkan panci berisi  air untuk mengetim. Setelah air mendidih turunkan apinya. Tim bahan filling. Aduk aduk hingga adonan susu terasa panas. Jangan terlalu lama karena adonan akan matang dan mengental. Yang penting adonan isi sudah panas.
  6. Tuang bahan filling ke dalam kulit pie. Panggang selama 20 menit dengan api 150C. Turunkan api menjadi 130C lanjutkan memanggang selama 20 menit lagi. Angkat, biarkan dingin atau permukaan sudah set tidak goyang goyang lagi.
  7. Nikmat disajikan dalam keadaan dingin.

Kamis, 11 Februari 2016

Sakitku....

Assalamualaikum,
Lama tak bersua lewat blog. Hari ini alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bercuap cuap sedikit mengenai penyebab lamanya aku off . Bulan Desember kemarin adalah bulan yang paling tidak produktif. Bisa dilihat dari jumlah postingan yang cuma dua biji. Bulan Januari sebagai pembuka tahun ini justru lebih parah lagi. Nol postingan. Rekor kan??? hehe.

Seperti sudah aku ceritakan pada beberapa postingan terakhirku...tanganku sudah lama sering sakit.  Biasanya kalau sakit ngilu ngilu tulang cuma sebentar habis itu hilang datang dan pergi. Kadang lutut kadang juga pinggang. Pernah juga sih kena serangan selama seminggu. Rasanya seperti lumpuh seluruh badan. Bahkan hanya untuk sekedar membuka kancing baju atau membuka kenop pintu tersa susah sekali. Jari jari tanganku tidak bisa menggenggam. Persendian terasa ngilu dan sakit. Apalagi di waktu pagi. Hopelessssss...

Waktu itu pihak rumah sakit di sini mengatakan kalau aku terkena rheumatoid arthritis. Penyakit autoimun yang menyerang persendian. Penyakit dimana sistem kekebalan tubuh kita menyerang lapisan sendi di seluruh tubuh. Ini sedikit berbeda dengan penyakit rematiknya orangtua. Kalau rhematoid arthritis ini bisa menyerang usia berapapun. Lhaaa...aku kaget dong. Setahuku rematik kan penyakit orang tua. Memang sih mamaku punya penyakit rematik dan biasanya itu genetik. Tapi kata dokternya biasanya ini cuman sebentar saja. Mungkin daya tahan tubuhku lagi lemah sehingga terkena penyakit ini. Memang sih setelah itu berangsur angsur membaik. Kurang tau apa memang sudah sembuh atau karena aku minum suplemen untuk sendi. Pokoknya rasanya lega sekali dan aku berharap tidak terkena untuk kedua kalinya.

Tapi yang satu ini sakitnya menetap. Kalau dihitung hitung sudah 7 bulan dari bulan ramadhan kemarin. Itukan sudah satu semester ya teman teman. Lama juga. Awalnya aku bingung sebenarnya aku ini sakit apa. Kedua pergelangan tanganku sakit terutama pada saat digerakkan ke arah tertentu. Susah ditekuk apabila sujud, sudah memasang seat belt, dan terutama susah bergerak leluasa di dapur. Kalau sudah di dapur...sebentar sebentar akan keluar suara teriakan kesakitanku. Mengulek dan memotong motong bumbu terasa sangat menyiksa. Orang tua dan mertuaku pun prihatin dan menyarankan pemeriksaan dokter spesialis. Masalahnya...di tempatku ini dokter spesialis tidak ada. Kadang kadang datang tiap tiga bulan tapi dengan pasien yang sudah antri membludak. Membuat aku jadi pesimis. Insya Allah kalau cuti saja baru aku periksakan. Untuk sementara aku menggunakan penyangga tangan yang dibelikan oleh mertua. Tapi agak susah juga untuk orang sepertiku. Sedikit dikit harus dibuka ketika beraktifitas di dapur karena takut kotor dan basah. Tiap wudhu juga harus dibuka jadi menurutku kurang efektif.

Nah libur kemarin ini aku manfaatkan untuk berobat. Aku pergi menemui dokter spesialis penyakit syaraf. Mamaku juga sudah pernah berobat ke situ karena keluhan yang lebih berat. Selain rematik beliau juga menderita Carpal Tunnel Sydrome. Kedua jari jempol dan telunjuknya sudah melemah fungsinya. Atau istilahnya disebut atrophy. Kalau memegang/menggenggam barang suka terlepas dengan sendirinya, tidak bisa membuka kancing baju atau memasang peniti. Sedih juga sih. Mungkin memang aku mewarisi gen rematik ini dari mamaku >,<.

Balik lagi ke dokter syaraf. Setelah diperiksa dengan seksama dokter menyimpulkan aku memang kena rematik. Ciri cirinya yaitu keluhan sakitnya yang simetris. Kedua pergelangan tanganku sakit. Sangat disayangkan karena aku masih sangat muda katanya. Lha dokter ini belum tau kalau umurku sudah kepala 4 ya. Akhirnya aku diberi injeksi di kedua tanganku. Sepertinya suntikan kortokosteroid. Aku juga diberi beberapa suplemen untuk sendi dan vitamin syaraf. Alhamdulillah setelah beberapa jam langsung keluhanku berkurang dan setelah beberapa hari sakitnya berangsur hilang. Ampuh banget suntikannya. Senangnyaaaaaa....tapi tetap harus waspada karena bukan tidak mungkin aku bisa kena lagi. Kata orang sih rematik ini bukan penyakit mematikan tapi penyakit menjengkelkan. Hehe iya juga sih ya. Tapi apapun itu berat ataupun ringan semoga ada hikmahnya. Aku harus lebih memperbaiki gaya hidup dan menjaga makanan. Karena ada beberapa diet untuk penderita rematik. Salah tiganya adalah aku ngga boleh terlalu sering mengkonsumsi gluten, gula dan garam berlebihan. Kayaknya itu kemarin efek kebanyakan bikin kue untuk blog ya hehehehee. Aku juga kemarin kemarin terlalu forsir pekerjaan yang menggunakan tangan. Disuruh berhenti ngeblog dulu kayaknya ^^

Doakan ya teman teman...aku selalu sehat supaya bisa menyalurkan hobbyku lagi. Kangen juga ngeblog euy. Semoga teman teman juga ada gambaran tentang penyakit ini dan sebisa mungkin menjalankan pola hidup sehat. Cukup makan, cukup olahraga, dan cukup istirahat.

Dalam kurun beberapa bulan offku, kegiatanku hanya sekali kali latbar bikin kue atau sekedar ngumpul dan makan bersama teman temanku. 



Latbar magic flan cake sambil maem kapurung.







Ngumpul + makan-makan ditraktir Mba Ira.


Latbar food photography. Bareng Magdalena, kak Indri, Nana, Roro.



Latbar mie hijau, pangsit goreng dan gyoza. Bareng Dian, Mba Adhe, kak Maya, Teh Ida, dan mba Ira.








Related Posts with Thumbnails